Tahu Gejrot Cirebon

Tahu Gejrot

Tahu Gejrot merupakan kuliner khas dari Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, yang muncul sekitar sebelum era kemerdekaan sebagai bentuk kreativitas ekonomi masyarakat setempat. Nama “Gejrot” sendiri berasal dari kebiasaan pedagang saat menuangkan air bumbu kuah kental dari botol ke atas potongan tahu yang menimbulkan bunyi “jrot-jrot”. Awalnya, kudapan ini diciptakan oleh para buruh pabrik tahu milik warga keturunan Tionghoa yang memanfaatkan tahu pong (tahu kopong) yang tidak laku dijual, kemudian diolah dengan bumbu sederhana khas pedesaan seperti bawang merah, cabai rawit, dan air gula merah hingga akhirnya menjadi identitas kuliner Cirebon yang mendunia.

Resep & Cara Masak Tahu Gejrot (Simpel & Segar)

Bahan Utama:

  • 10-15 buah Tahu Pong (Tahu kulit yang kopong tengahnya)
  • Minyak goreng secukupnya

Bahan Kuah (The Soul of Tahu Gejrot):

  • 250 ml Air
  • 100 gram Gula Merah (pilih yang warnanya gelap agar kuah cantik)
  • 1 sdm Kecap Manis
  • 1 sdt Garam
  • 2 mata Asam Jawa (seduh dengan sedikit air panas)

Bumbu Ulek Kasar (Sesuai Selera Pedas):

  • 2 siung Bawang Putih
  • 4-6 siung Bawang Merah (biarkan agak banyak karena ini kunci gurihnya)
  • 10 buah Cabai Rawit Hijau (sesuai selera)

Cara Membuat:

  1. Rebus Kuah: Masukkan air, gula merah, kecap manis, garam, dan air asam jawa ke dalam panci. Masak hingga mendidih dan gula larut. Saring kuahnya dan biarkan hingga suhu ruang.
  2. Siapkan Tahu: Goreng sebentar tahu pong agar lebih garing, lalu potong-potong menjadi ukuran kecil. Sisihkan di atas piring tanah liat (cobek kecil).
  3. Ulek Bumbu: Ulek kasar bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit hijau dengan sedikit garam. Ingat, jangan diulek halus, cukup sampai pecah saja agar aroma bawang mentahnya keluar.
  4. Penyajian: Letakkan bumbu ulek di atas tahu, lalu siram dengan kuah gula merah yang sudah dingin. Aduk rata agar bumbu ulek meresap ke dalam rongga tahu.

Trik Rahasia Tahu Gejrot “The Real Deal”

  1. Gunakan Cabai Rawit Hijau: Jangan gunakan cabai merah. Cabai rawit hijau memberikan aroma segar yang khas dan rasa pedas yang tidak menempel lama di lidah, sangat cocok dengan kuah asam manis.
  2. Jangan Ulek Bawang Sampai Halus: Kunci kelezatan tahu gejrot ada pada tekstur bawang merah mentah yang masih kasar. Saat tergigit, bawang merah mentah ini akan memberikan ledakan rasa gurih yang segar.
  3. Tahu Harus “Kopong”: Pastikan menggunakan tahu pong. Rongga di dalam tahu ini berfungsi untuk menyerap kuah seperti spons. Kalau pakai tahu padat, bumbunya hanya akan menempel di luar saja.
  4. Kuah Dingin vs Tahu Hangat: Siramkan kuah dalam keadaan suhu ruang ke tahu yang baru saja digoreng sebentar. Kontras suhu ini akan membuat tahu “menghisap” kuah lebih cepat dan maksimal.
  5. Gunakan Piring Tanah Liat: Secara tradisional, pori-pori dari piring tanah liat dipercaya bisa menjaga aroma bumbu ulek tetap stabil dan memberikan sensasi rasa yang lebih otentik.

You May Have Missed